Rabu, 23 Maret 2011

Perbedaann MD5 dengan SHA

Pada tugas Sistem Keamanan Komputer ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan MD5 dengan SHA hash function.
Berikut penjelasannya :
Cryptographic Hash Function adalah suatu fungsi dengan inputan yang berubah-ubah
panjangnya (atau sangat panjang) dan memetakannya sehingga menghasilkan output
yang pendek dan panjang nya tetap.
Hash functions berawal dari ilmu komputer, dimana dibutuhkan sebuah fungsi yang
berguna untuk mengkompresi sebuah string dengan panjang yang berubah-ubah menjadi
sebuah string tetap yang lebih pendek.
Hash functions digunakan untuk menentukan
secara keseluruhan tempat penyimpanan yang mungkin dari sebuah file.

1. MD5 (Message-Digest algortihm 5)
MD5 ini merupakan kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit. Maksudnya adalah Input algoritma ini adalah sebuah berita dengan panjang yang bervariasi dan menghasilkan output sebuah 128-bit message digest. MD5 ini telah digunakan pada berbagai macam aplikasi keamanan. Berikut cara kerja algoritma MD5 yang saya temukan di wikipedia.
Algoritma MD5 yang utama beroperasi pada kondisi 128-bit, dibagi menjadi empat word 32-bit, menunjukkan A, B, C dan D. Operasi tersebut di inisialisasi dijaga untuk tetap konstan. Algoritma utama kemudian beroperasi pada masing-masing blok pesan 512-bit, masing-masing blok melakukan pengubahan terhadap kondisi.Pemrosesan blok pesan terdiri atas empat tahap, batasan putaran; tiap putasan membuat 16 operasi serupa berdasar pada fungsi non-linear F, tambahan modular, dan rotasi ke kiri. Gambar satu mengilustrasikan satu operasi dalam putaran. Ada empat macam kemungkinan fungsi F, berbeda dari yang digunakan pada tiap-tiap putaran:

F(X,Y,Z) = (X\wedge{Y}) \vee (\neg{X} \wedge{Z})
G(X,Y,Z) = (X\wedge{Z}) \vee (Y \wedge \neg{Z})
H(X,Y,Z) = X \oplus Y \oplus Z
I(X,Y,Z) = Y \oplus (X \vee \neg{Z})
\oplus, \wedge, \vee, \neg menunjukkan operasi logikan XOR, AND, OR dan NOT.

2. SHA (Secure Hash Algorithm)
SHA merupakan salah satu hash function yang cukup banyak digunakan. Keluarga SHA yang paling banyak digunakan adalah SHA-1. SHA-1 memetakan inputan string dengan panjang sembarang menjadi suatu nilai hash dengan panjang tetap yaitu 160 bit. Ukuran internal state pada SHA-1 adalah 160 bit, sedangkan ukuran bloknya adalah 64 bytes.

SHA-1 merupakan hasil rekonstruksi dari MD4 dan memperbaiki kekurangann yang ada di MD4 itu sendiri. SHA-1 merupakan algoritma hash yang banyak diaplikasikan dalam keamanan protokol menggunakan SSL (Secure Sockets Layer), PGP (Pretty Good Privacy), XML Signature, dan beberapa aplikasi lainnya.

Langkah-langkah pada SHA-1 adalah sebagai berikut:
1. Melakukan padding terhadap pesan sehingga panjangnya adalah 448 modulus 512.
2. 64 bit sisanya adalah representasi biner dari panjang pesan.
3. Melakukan inisialisasi5 word buffer (160 bit)A, B, C, D, dan E dengan nilai A=67452301, B=efcdab89, C=98badcfe, D= 10325476, dan E=c3d2e1f0.
4. Memproses pesan dalam blok-blok 16 word (512 bit) dengan ketentuan:

* Ekspansi 16 words menjadi 80 words dengan teknik mixing dan shifting.
* Menggunakan 4 round dari 20 operasi bit pada blok pesan dan buffer.
* Menambahkan output dengan input untuk mempeoleh nilai buffer yang baru.

5. Output nilai hash adalah nilai terakhir dari buffer.
Jadi intinya SHA-1 adalah suatu algoritma hash yang memetakan inputan string dengan panjang sembarang menjadi output dengan panjang tetap yaitu 160 bit.

Rabu, 09 Maret 2011

Seluk Beluk Game Engine

Game Engine... adalah istilah yang pasti sudah sering di dengar oleh para gamer sejati yang menghabiskan ratusan atau bahkan ribuan jam di depan komputer untuk bermain game.
Game Engine sendiri adalah sebuah perangkat lunak sistem yang dirancang untuk penciptaan dan pengembangan video game.
Sebuah game tidak akan menjadi sebuah mahakarya jika tidak ada game engine yang mampu memberikan visual yang menggiurkan. Game engine memberikan kemudahan dalam menciptakan konsep sebuah game yang akan di buat. Mulai dari  sistem rendering, physics, arsitektur suara scripting, A.I, dan bahkan sistem networking.
maka dari itu kenapa kita sangat membutuhkan game engine karena game engine menjadi elemen yang sangat penting dalam pengembangan sebuah proyek game.

Itulah penjelasan singkat tentang game engine.. selanjutnya saya akan menjelaskan tentang contoh dari game engine.
Beberapa contoh jenis game engine :

1. Freeware game engine/open source game engine
  • Blender
  • Golden T Game Engine (GTGE)
  • DXFramework
  • Ogre
  • Aleph One
  • Axiom Engine
  • Allegro Library
  • Box2D
  • Build Engine
  • Cube
  • Cube 2
  • DarkPlaces
  • jMonkeyEngine (jME)
  • Panda3D
  • Sphere
2. Commercial engines/game engine berbayar (komersial)
  • Alamo
  • A.L.I.V.E
  • BigWorld
  • DXStudio
  • Dunia Engine
  • Euphoria
  • GameStudio
  • Jade Engine
  • Jedi
  • Medusa
  • RPG Maker VX
  • RPG Maker XP
  • RPG Maker 2003
  • RPG Maker 95
  • Vision Engine
itulah contoh-contoh game engine dari yang freeware (gratis) sampai yang commersial engine (berbayar).
lalu saya akan menjelaskan sedikit tentang OGRE , yg termasuk dalam game engine freeware :)

OGRE adalah singkatan dari Object-Oriented Graphics Rendering Engine, yang berarti salah satu engine grafik 3D yang berorientasi kepada objek, ogre ditulis dalam bahasa C++. Engine grafik 3D tersebut dapat kita gunakan untuk membuat game karena OGRE memang didesain sedemikian rupa untuk tujuan berikut. Untuk merender grafis tiga dimensinya, OGRE menggunakan library atau pustaka Direct3D dan OpenGL. Library yang dibutuhkan agar kita dapat membuat game diantaranya : Sound, Networking, Input, Collision. Ogre tidak langsung dimuat dengan libarary tersebut. Meskipun Ogre memilki interface yang memudahkan pembuatan dan penggabungan dengan aplikasi yang sudah ada. Ogre tidak hanya terhenti dalam platform spesifik berdiri sendiri untuk pembuatan game.

sumber : sumber1, sumber2, sumber3

Senin, 28 Februari 2011

Penjelasan tentang RPG MAKER VX

Splash Screen dari RPG Maker VX




Mungkin sebagian besar dari masyarakat sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan RPG. RPG adalah salah satu jenis game yang merupakan singkatan dari Role Playing Game. Sesuai dengan namanya, dalam game ini pemain akan berperan sebagai orang lain dan biasanya mengendalikan lebih dari satu tokoh yang akan dimainkan dalam waktu bersamaan. 2.6.1 Elemen Khas RPG Ada beberapa elemen khas yang akan membuat game dapat dinyatakan berjenis game RPG. Jadi, jika salah satu dari elemen khas ini tidak ada mungkin saja game tersebut bukan game yang berjenis RPG atau perpaduan antara RPG dengan game lain. Beberapa elemen khas tersebut antara lain:

1. Storyline and Character Development
Storyline and character development atau pengembangan jalan cerita dan karakter merupakan unsur utama dalam RPG. Cerita yang ada dalam RPG tidak harus selalu aneh, tetapi masing-masing RPG memiliki ciri khas sendiri dan biasanya cerita dalam RPG cukup panjang. Cerita dalam RPG harus kreatif, inovatif dan mengalir seiring dengan perkembangan karakter utama dan tokoh pendukungnya.
Biasanya cerita dalam game RPG mengandung unsur-unsur khusus yang membentuk sebuah game RPG tersebut seperti berikut:

a. Sang pahlawan
Biasanya sang pahlawan adalah seorang pemuda, tetapi tidak jarang juga sang pahlawan itu seorang gadis. Misalnya Lightning pada Final Fantasy XIII, Putri Yggdra pada Yggdra Union: We’ll Never Fight Alone. Ada sesuatu yang membuatnya menjadi sang pahlawan, apakah pahlawan tersebut selamat dari suatu pembantaian masal, atau pahlawan tersebut telah terpilih sejak lahir untuk menyelamatkan dunia atau dengan alasan yang lain. Biasanya sang pahlawan atau karakter utama ini memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki karakter lain, dan pada awalnya dia tidak mampu mempergunakan kekuatan khususnya.

b. Pasangan sang pahlawan
Sang pahlawan biasanya menemui pasangannya di awal permainan, atau mungkin lama setelah pahlawan berhasil melakukan suatu insiden. Dan setelah itu, pasangan sang pahlawan ini akan mengikuti kemana pun sang pahlawan pergi dengan bertempur di sisinya.
Pasangan sang pahlawan biasanya ini memiliki gaya bertarung yang bertolak belakang dengan sang pahlawan. Misalnya jika sang pahlawan petarung fisik, maka pasangannya seorang penyihir atau penyembuh dan begitu pula sebaliknya. Biasanya sang pahlawan dan pasangannya baru akan menyatakan cinta di akhir cerita, dan bagian inilah biasanya membuat para pemain penasaran.

c. Kawan-kawan sang pahlawan
Jarang sekali ada RPG yang tokohnya hanya ada satu atau dua, biasanya sang pahlawan memiliki beberapa rekan yang akan mengikutinya dalam perjalanan, dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda dan unik serta memiliki motivasi masing-masing. Kawan-kawan ini biasanya akan bergabung setelah beberapa event khusus tertentu, jadi tidak langsung karakter-karakter tersebut bergabung.

d. Sang pengkhianat
Sang pengkhianat pada awalnya mungkin sahabat, saudara atau bahkan orang terdekat dari sang pahlawan, yang dari sejak semula tidak terpikirkan sebelumnya, tapi bisa juga pengkhianat tersebut adalah NPC(Non-Playable Character) yang berperan penting dalam cerita. Namun sang pengkhianat ini sebenarnya hanya menjadi boneka atau salah satu dari sang musuh utama.

e. Musuh utama yang tersembunyi
Bermula diperkenalkan seorang tokoh antagonis yang selalu menjadi lawan dari sang pahlawan, tetapi pada pertengahan sampai menjelang akhir, diceritakan bahwa tokoh antagonis sebenarnya dikendalikan oleh suatu eksistensi yang sangat licik, pandai bersembunyi dan penuh dengan daya tipu yang merupakan musuh utama dari sang pahlawan. Dalam RPG karakter-karakter utama berkembang seiring dengan berkembangnya cerita. Perkembangan karakter ini ditandai dengan naiknya tingkatan, bertambahnya kemampuan atau bahkan berubahnya suatu sifat atau watak sang karakter utama dalam berinteraksi dengan karakter-karakter lainnya. Jadi, perkembangan karakter sangat diperhatikan dan menjadi salah satu elemen khas yang utama dalam sebuah RPG.

2. Battle System
Battle system atau sistem bertarung ini menjadi ciri khas gameplay dalam RPG. Pada bagian ini juga salah satu penentu kesuksesan sebuah game RPG. petarungan yang monoton dan membosankan akan segera ditinggalkan oleh pemainnya, sedangkan petarungan yang terlalu susah juga tidak begitu disukai. Battle system perlu seimbang agar tidak membuat pemain mengalami stress pada saat memainkannya, tanpa menghilangkan tantangan dari tingkat kesulitan petarungan yang bervariasi.
Sistem pertarungan RPG terus berkembang dan diperbaharui sehingga hampir mendekati pertarungan sesungguhnya. Pada dasarnya, ada dua sistem petarungan dalam RPG, yaitu:

a. Wait-and-see battle
RPG yang menggunakan sistem ini disebut juga Old-school RPG, karena memang sistem ini dulu sering digunakan dan pertama kali muncul. Pada sistem ini pemain memberikan perintah pada setiap karakter pemain pada posisi masing-masing. Setelah selesai, pemain tinggal menunggu dan lihat apa yang terjadi selanjutnya. Saat pemain memberi perintah, musuh tidak akan menyerang. Pada RPG jenis ini ada 3 jenis serangan, yaitu normal battle, first-strike battle dan ambushed battle. Pada normal battle, pemain dan musuh sama-sama mendapatkan giliran pada ronde pertama. Pada first-strike battle, pemain mendapatkan kesempatan untuk memulai ronde pertama tanpa musuh menyerang. Dan pada ambushed battle, pemain diserang dulu oleh musuh pada ronde pertama.

b. Active time battle
Sistem ini yang sudah sedikit lebih canggih yaitu active time battle. Dalam sistem ini, tiap pahlawan memiliki waktu aktif sendiri-sendiri. Siapa yang memiliki waktu aktif penuh pertama kali, maka karakter tersebut yang berhak melancarkan serangan. Walaupun demikian, kecepatan tersebut dipengaruhi oleh kemampuan pemain.

c. Real-time battle
Berbeda dengan sistem pertama, pada RPG ini pemain langsung berhadapan dengan musuh. Pemain tidak memilih berbagai macam perintah pada pahlawannya, namun langsung menjalankan pahlawan untuk bertarung. Jadi, tidak ada yang namanya perintah attack, defend, magic dan sebagainya.

3. Menu System
Menu system atau sistem menu adalah salah satu ciri khas dari sebuah game RPG. Sistem menu ini merupakan tempat di mana pemain dapat melihat dan mengatur karakter, kemampuan, item, equipment character dan masih banyak lagi hal lainnya. Bagian ini perlu dibuat variatif dan tidak membosankan, sebab bagian ini adalah bagian yang sering diakses oleh pemain. Biasanya sistem menu berisikan petunjuk dan beberapa manual yang ada dalam RPG tersebut. Sistem menu ini sangat membantu pemain dalam memahami dan mengatur karakternya sehingga membuat sang karakter sesuai dengan keinginan sang pemain.

4. Status Effect
Banyak sekali jenis-jenis status yang berada pada game RPG. Sekalipun namanya berbeda, mungkin saja efeknya sama. Beberapa RPG biasanya menghapus status setelah pertarungan selesai. Ada yang membiarkan status hilang setelah beberapa saat, ada juga yang membiarkannya sampai disembuhkan. Berikut status-status yang biasanya muncul pada game RPG yaitu:

a. Poison atau Toxic
Beberapa menyebutnya Venom. Ini adalah pengurangan Human Power (HP) secara berkala yang terjadi pada karakter pemain. Ada yang terjadi saat pertarungan, ada yang terjadi saat pemain yang terkena berjalan. Biasanya status ini tidak bisa membunuh karakter pemain. Lawan dari status ini adalah Regen, yang justru menambah HP sebagian secara berkala sampai efeknya habis.

b. Silence
Status ini menyebabkan karakter pemain yang bersangkutan tidak bisa mengeluarkan kemampuannya sampai efek dari status ini menghilang.

c. Confuse
Status ini cukup merugikan karakter pemain. Karakter yang terkena ini tidak bisa membedakan kawan atau lawan, sehingga semua akan dilawan, tidak peduli kawan sendiri.

d. Petrify atau Shock
Status ini membuat karakter pemain tidak bisa bergerak untuk beberapa saat, sehingga tidak bisa menyerang sampai pemain karakter disembuhkan atau sembuh dengan sendirinya untuk beberapa saat.

e. Zombie
Status ini membuat karakter pemain menjadi bersifat undead untuk sementara. kemampuan dan benda penyembuh justru melukai mereka yang terkena status ini.

f. Death
Banyak kontroversi tentang status ini, mengingat pahlawan tidak benar-benar mati kalau HP nol. Karakter pemain yang terkena status ini tidak dapat melanjutkan pertarungan sampai dibangkitkan lagi.

Kategori-Kategori RPG
Ada beberapa kategori pada game jenis RPG ini, meskipun kategori-kategori tersebut bukan acuan yang standar dan harus dijalankan. Berikut beberapa katergori-kategori RPG yaitu:

1. Fantasy
Kategori ini berseting rata-rata di dunia pertengahan Eropa dan menggunakan sihir, serta agama yang berbeda dengan dunia nyata. Contoh: Final Fantasy, Dragon Quest, dan lain sebagainya.

2. Science Fiction
Ini terbalik dari fantasi RPG, setingan justru ada di zaman yang jauh lebih maju dari zaman sekarang. Sihir diganti dengan istilah semacam “Telekinesis” atau “Psy”. Contoh: Star Wars, Deus Ex, Enter the Matrix, Pysops dan lain sebagainya.

3. Historical
Game RPG ini lebih menekankan aspek sejarah, walaupun sering tertukar dengan kategori fantasi pada game RPG. Yang membedakan kategori RPG ini dengan yang lain adalah setingan grafis yang menyerupai dunia nyata.

4. Horror
Mungkin kategori game jenis RPG ini agak jarang, namun yang jelas ada dua versi yaitu manusia biasa melawan makhluk supernatural atau sebaliknya. Misalnya Resident Evil Series, Parasite Eve, Kul dan lain sebagainya.

5. Funny
Kategori game RPG ini mengandalkan unsur menarik dan mengasyikan bermain tanpa memerlukan cerita yang berat dan kostumisasi karakter yang rumit. Contoh: Mario and Luigi the Superstar Saga, Chocobo Deungeon 2 dan lain sebagainya.

6. Multigenre
Jenis kategori ini memang sedikit susah dibedakan dibandingkan, karena kategori multigenre game RPG ini tercampur dengan jenis game yang lain. Contoh: Kingdom Heart (Fantasy sama Funny), Wild Arm (Fantasi sama Historical) dan lain sebagainya.

Pengambangan Game Part II

Tim Utama Dalam Pengembang Game

Ada beberapa bagian yang terlibat dalam pengembangan game baik dari segi pekerjaan dan keahlian dari masing-masing yang dikuasai. Beberapa bagian tersebut antara lain:

1. Desainer
Pada bagian desainer diharapkan bisa membuat alur cerita di dalam game menjadi hidup. Kemampuan komunikasi, pengetahuan, dan wawasan yang luas serta bekerja secara tim sangat membantu seorang desainer game yang berperan dalam menjembatani antara dunia imajinasi yang dibuat ke dalam game dengan dunia nyata.
Dalam bagian desainer ini juga terdapat beberapa posisinya sendiri yang dapat berperan pada masing-masing posisi. Pembagian posisinya sendiri bisa beberapa macam seperti:
a. Lead Designer
Perancangan konsep dari keseluruhan sistem game, mulai dari konsep yang utuh sebuah game, pengawasan isi keseluruhan game sampai dengan strategi pemasaran game.

b. Game Designer
Pada posisi game desainer ini dilakukan perancangan konsep alur cerita, karakter dan segala aspek yang berhubungan dengan game yang akan dikembangkan.

c. Level Designer
Perancang tingkatan dalam game juga merupakan peranan posisi yang penting dalam pengembangan sebuah game sehingga tidak menimbulkan efek bosan namum tidak lepas dari tujuan game yang dibuatnya.

2. Programmer
Dalam bidang ini sangat berpengaruh dalam bidang pengembangan game. Semua alur cerita dan gaya permainan serta grafik yang memukau digerakan oleh perintah-perintah kode yang ditulisnya. Seorang programer menerjemahkan semua keinginan para pembuat game lainnya menjadi bentuk kode yang akan mengerakan game. Game itu sendiri adalah software dan programer adalah orang yang bertanggung jawab penuh jika game itu tidak dapat berjalan semulus yang diminta. Pembagian jabatan di posisi ini pun bervariasi. Posisi ini akan mengurus bagian-bagian khusus dari progamming seperti:
a. Graphic
b. Physics
c. Game Engine
d. Artificial Intelegence
e. Scripting
f. Sound

3. Artist
Bagian ini mengkhususkan diri ke elemen grafik di dalam game baik grafik dua dimensi atau tiga dimensi. Beberapa posisi yang berhubungan dengan art adalah:

a. Character Artist
Bagian ini menciptakan berbagai model karakter dalam game yang akan bergerak seperti karakter pemain, pesawat, kendaraan dan sebagainya. Selain membuat model, posisi ini juga bertugas dalam menciptakan animasi game.

b. Three Dimention Modeller
Hampir sama dengan character artist tetapi posisi ini lebih memfokuskan diri ke bagian model yang tidak bergerak seperti lokasi maupun tempat dimana karakter yang dibuat akan bermain.

c. Texture Artist
Untuk melengkapi model dan karakter yang dibuat maka posisi inilah yang akan mengerjakan bagian tekstur untuk model. Tekstur yang dibuat akan memberikan sentuhan nyata dan hidup dari model dan karakter yang dibuat oleh artist lain.

4. Sound/Audio Enginner
Posisi ini tidak kalah pentingnya dengan posisi yang lain. Game tidak lagi menggunakan beberapa jenis suara, bahkan bisa menggunakan efek orkestra yang dibuat oleh seorang atau beberapa ahli musik. Ada beberapa yang bertugas secara khusus untuk menangani berbagai bidang sebagai berikut:

a. Music Composer
Pada posisi ini khusus membuat musik tema dan musik latar belakang dalam game yang akan dikembangkan sehingga menjadi lebih menarik dan tidak membosankan jika dimainkan.

b. Sound Effects Engineer
Posisi ini bertugas membuat efek suara seperti suara pukulan, tembakan, suara kendaraan, suara angin, dan lain-lain.

c. Voice Engineer
Beberapa game menggunakan percakapan dan tugas bagian ini adalah membuat rekaman suara untuk percakapan itu. Sering menggunakan artist yang asli untuk memberikan rekaman suara ke dalam game tersebut.

Rabu, 16 Februari 2011

Pengembangan Game

semua orang senhilangkan ang dengan game. game adalah salah satu cara orang buat menghilangkan jenuh atau bosen. tapi user dari game itu sendiri tidak begitu mengetahui bagaimana team dr game membuat game tersebut. disini saya mencoba untuk menjelaskan siapa saja yg terlibat dalam pembuatan game.
ternyata pembuatna game yang rada sulit dilakukan oleh orang-orang yang terpilih dan pakar dari bidangnya masing-masing. programmer, composser, designer, artis. merekalah yang terlibat di dalamnya. disini saya akan menjelaskan tugas mereka masing-masing.
programer : menulis banyak kode baru.

composser : untuk mengembangkan game.

desainer : menciptakan tingkat lanjutan dan kenyamanan mata saat memainkan game tersebut, desainer juga menerapkan dan memodifikasi desain game untuk mencerminkan visi sebuah game.

artis : membuat sebuah karakter yg bisa menyesuaikan diri di dalam permainan tersebut.

jadi dari ke 4 pakar tersebut sangat berkaitan satu sama lain. jika programmer tidak ada, maka game tersebut tidak akan jadi. begitu juga dengan yang lainnya.

sumber : klik disini

Senin, 10 Januari 2011

HASIL AKHIR TUGAS BLENDER 3D

ini diaaa akhir dari project blender yg telah kelompok kami buat..
bisa dilihat di bawah ini... pertamax gan :D

Minggu, 09 Januari 2011

PROJECT SOFTSKILL DENGAN BLENDER 3D


okehh.. ternyata masih banyak tugas yang mesti diselesaikan. salah satunya tugas softskill dengan menggunakan BLENDER 3D untuk membuat sebuah tampilan iklan. disini saya dan teman kelompok saya : DEBBY BELLA DHINA, RUSDA HANAFI dan TITIS DIMAS PRASETYO membuat sebuah iklan animasi dengan object UNIVERSITAS GUNADARMA.

Berikut langkah-langkah yang bisa saya jelaskan dalam blog ini:
1. Tampilan awal blender untuk membuat text






1.      Obyek secara default sedang terseleksi semua vertexnya → warna orange yang dilingkari dalam adalah tempat untuk font.

2.      Memulai pengetika huruf  tepat diposisi text 
 





3. Edit mode -> untuk menentukan mode penulisan.

2. Tampilan setelah dibuat text
















 
Untuk mengubah tampilan Huruf menjadi 3D.



3. Timeline -> gunakan start awal 1 untuk layer awal yang berakhir sampai layer ke-25 
 



4. Tampilan Text dilihat dari tiga sisi yang berbeda








1.      1. Gunakan SR untuk menampilkan tampilan seperti diatas.





 h 
5. Atur render setting dan tekan F12 untuk render.














6.   Simpan gambar hasil render












7.    Tampilan Phyton saat menjalankan program









8. Tampilan akhir
















Ø WHAT IS 3D???

3D adalah dimensi yang memiliki ruang. Jika kita merujuk kepada “objek 3D”, artinya objek tersebut memiliki ruang atau volume. Objek 3D juga memiliki lokasi pada koordinat X,Y dan Z. jika pada bidang 2 dimensi anda hanya dapat menggerakkan objek tersebut ke samping kanan dan kiri (X), atas dan bawah (Y), dalam ruang 3D selain dapat digerakkan ke samping kanan dan kiri objek juga dapat digerakkan ke depan dank e belakang (Z).